Kamis, 06 April 2006

Petung Hari Pasaran ( Mencari Hari Baik )

Petung Hari ( Hitungan Hari )

Petung hari ini biasa dipakai oleh para pembesar kerajaan pada jaman dahulu, biasanya digunakan saat akan berperang, membangun sesuatu, ketika akan berjanji kepada seseorang dan banyak lagi penggunaannya. Petung ini juga dapat digunakan untuk kita semua, jika memang kita ingin menentukan hari yang baik dan hari larangan, sehingga hari hari penting kita mudah-mudahan tidak mendapatkan halangan melainkan kemenangan, yang tentunya untuk kemenangan bersama.
Ada beberapa menghitung hari pasaran yaitu :

Hari Saat Agung

Hari saat agung ini biasa digunakan oleh orang jawa dimana dihitung berdasarkan hari dan ditambah hari pasaran :
Hitungan hari / Nilai hari
Hari dihitung mulai dari hari Jumat yaitu nulainya 1 dan diakhiri hari Kamis 7
Senin = 4
Selasa = 5
Rabu = 6
Kamis =7
Jumat = 1
Sabtu = 2
Minggu =3

Dan hari pasaran dimulai dengan Kliwon
Kliwon = 1
Manis/Legi = 2
Pahing = 3
Pon =4
Wage =5

Kemudian jumlahkan kedua hari tersebut, bila jumlahnya lebih dari 6 maka dikurangi 6
Misal Jumat Kliwon = 1 + 1 =2 Kamis Wage = 7+5 = 12 – 6 =6
Lalu hasil tersebut cocokan dengan hitungan berikut

Jumlah 1 = Lara
2 =
3 = Rejeki
4 = Slamet
5 = Macan Ketawang ( Biasa-biasa saja, jangan memancing permasalahan dan jangan
terpancing)
6 = Pati

Petung Hari saat agung ini pertama di buat oleh Jayabaya, dan digunakan oleh kebanyakan orang jawa. Tetapi untuk lebih mantapnya hitungan tersebut harus kita bandingkan dengan hitungan pasundan/pancasunda atau biasa disebut Neptu.

Hari Neptu

Alam semesta selalu bergerak, satu rotasi berputarnya bumi membutuhkan sekitar 24 Jam atau 1440 menit atau 86400 detik. Dikarenakan gerakan bumi tidak pernah berhenti, maka setiap detik posisinya berubah. Untuk kembali pada posisi yang sama, membutuhkan siklus waktu tertentu. Rata-rata siklus jam membutuhkan waktu 24 jam, siklus pasaran (Pon, Wage, Kliwon, Legi dan Paing) membutuhkan waktu 5 hari. Siklus hari membutuhkan waktu 7 hari. Sedangkan siklus gabungan antara hari dan pasaran (mis: Senin dan Kliwon) membutuhkan waktu selapan, atau 35 hari. Setiap siklus berhubungan dengan posisi orbit bumi.
Cara menghitung hari neptu ini hampir sama dengan hari saat agung. Perbedaan-nya terletak dari jumlah hari, dan pada neptu ini ditambah kan dengan tanggal yang sedang berlangsung atau yang akan ditentukan.

Nilai Hari
Minggu = 5
Senen = 4
Selasa = 3
Rabu = 7
Kamis = 8
Jum’at = 6
Sabtu = 9

Nilai hari Pasaran

Manis/Legi = 5
Paing = 9
Pon = 7
Wage = 4
Kliwon = 8

Jumlahkan nilai hari tersebut diatas dan tambahkan dengan tanggal yang akan ditentukan, jika jumlah melebihi dari 5 maka dikurangi 5 sampai hasil terkecil. Dan akurkan dengan sifat atau hitungan pancasunda berikut :

1. Sri = Segala hal yang baik akan melimpah
2. Lungguh = Drajat atau Kedudukan
3. Dunya = Kekayaan
4. Lara =
5. Pati =

Contoh 22 september 2009
yaitu : Selasa Pon tanggal 22 = 3+7+22 = 32/5 sisa 2
maka jatuh pada sifat hari Lungguh

Setelah mendapat hasil dari Hari Saat Agung dan Hari Neptu, maka satukan hasil tersebut, sehingga anda dapat menimbang-nimbang. Akan lebih baik jika menggunakan kedua-duanya, tetapi dengan hasil yang baik pula dari kedua-duanya.

Jika salah satu dari hitungan tersebut ada yang tidak berkenan atau mendapat hari yang jelek, maka anda dapat mengalahkannya dengan hitungan jam atau biasa di sebut SAAT TATAL . Saat tatal ini dihitung berdasarkan jam…. Bersambung....

By Santo B

Kembali Ke Menu utama >>>>

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar